Siapakah Tempat Kita Berlekuh Kesah?

Secara psikologis, mengeluh dapat mengurangi atau meringankan kegalisahan dan kekhawatiran. Denagn mengeluh, beban berat yang dipikul seseorang seakan menjadi terkurangi dan menjadi lebih ringan. Agama Islam menuntut kita bahwa manusia seharusnya hanya mengeluh kepada Allah Swt. Segala keluh kesah akan hal apapun hanya kepada Allah seharusnya manusia menumpahkan keluh kesahnya.

 Muslim sejati adalah orang yang mampu menahan kegelisahannya agar tidak diketahui oleh orang lain, lalu bersegra menumpahkan kegelisahan itu kepada Rabb ynag Maha Bijaksana yaitu Allah. Dihadapn manusia seharusnya kita harus menjadi pribadi yang tegar, kuat dan sabar dalam menghadapi musibah. Karena itulah yang akan dibanggakan oleh Allah Swt, Allah bangga dengan manusia karena kesabaranya, kecerdasnya dan kepandaiannya. Semakin kita mengeluh kepada Allah maka semakin cita Allah kepada kita.
Tak perlu kita bertanya, “Bukankah Allah adalah Rabb yang Maha Mengetahui segalanya? Lantas, mengpa kita masih perlu mengeluh kepada Allah ?” Karena Allah meridhai dan mencintai hamban-Nya disaat berkeluh kesah kepada-Nya.Sekuat apapun kita menampung dan menahan kegalisahan akibat permasalahan hidup, pasti suatu saat akan sesak dan mluap. Ibarat telaga yang selalu ditambahi air dalam jumlah besar, suatusaat, telaga itu pun akan meluapkan air yang sudah tidak mampu ditampungnya. Demikianlah perumpaannya.
Allah menurunkan bencana, cobaan untuk hamba-Nya pasti memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita mau berkeluh kasah kepada-Nya, lebih mendekatkat diri kepada-Nya dengan pada saat berdo’a dan brtadharu’ untuk mendapatkan ketenagan jiwa pada saat mendekat kepada Allah dan agar kita menyadari bahwasannya kita sebagai manusia merupakan makhluk lemah yang selalu membutuhkan tempat untuk mengadu. Bukankah Allah telh berfiman didalam Al-Qur’an:
ولقد أخذناهم بالعذاب فما استكانو لربهم وما يتضرّعون
“Dan sesungguhnya kami pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Rabb mereka dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan dir.”(Al-Mu’minun:76)
Allah tidak pernah menuntut kita untuk menjadi orang yang kuat dihadapan-Nya. Rabb kita tidak pernah menuntut kita untuk menjadi hamba yang tegar disaat musibah datang. Rabb kita tidak pernah menuntut kita untuk memendam segala kegelisahan dan kebingungan dalam hati. Jusru Allah menyeru kita agar meluapkan segala isi hati, kerendahan diri, musibah, dan cobaan hidup di hadapan-Nya, sehingga kita benar-benar menjadi makhluk yang lemah dihadapan-Nya.
Jadi, masihkah kita ingin berkeluh kesah kepada selain Allah?
Apa yang akan kita dapatkan disaat kita berkeluh kesah kepada selain Allah?

Wahai saudaraku sekalian... Betapa ruginya jika kita berkeluh kesah tapi tak mendapatkan jalan untuk keluar dari apa yang kita keluh kesahkan. Maka dari itu marilah kita dekatkan diri kita kepada Allah, memohon pertolongan hanya kepada-Nya karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Penyayang, Maha Mengetahui.