Secara psikologis, mengeluh dapat mengurangi atau meringankan
kegalisahan dan kekhawatiran. Denagn mengeluh, beban berat yang dipikul
seseorang seakan menjadi terkurangi dan menjadi lebih ringan. Agama Islam
menuntut kita bahwa manusia seharusnya hanya mengeluh kepada Allah Swt. Segala
keluh kesah akan hal apapun hanya kepada Allah seharusnya manusia menumpahkan
keluh kesahnya.
Muslim sejati adalah orang
yang mampu menahan kegelisahannya agar tidak diketahui oleh orang lain, lalu
bersegra menumpahkan kegelisahan itu kepada Rabb ynag Maha Bijaksana yaitu
Allah. Dihadapn manusia seharusnya kita harus menjadi pribadi yang tegar, kuat
dan sabar dalam menghadapi musibah. Karena itulah yang akan dibanggakan oleh
Allah Swt, Allah bangga dengan manusia karena kesabaranya, kecerdasnya dan kepandaiannya.
Semakin kita mengeluh kepada Allah maka semakin cita Allah kepada kita.
Tak perlu kita bertanya, “Bukankah Allah adalah Rabb yang Maha
Mengetahui segalanya? Lantas, mengpa kita masih perlu mengeluh kepada Allah ?” Karena Allah meridhai dan mencintai hamban-Nya disaat
berkeluh kesah kepada-Nya.Sekuat apapun kita menampung dan menahan kegalisahan
akibat permasalahan hidup, pasti suatu saat akan sesak dan mluap. Ibarat telaga
yang selalu ditambahi air dalam jumlah besar, suatusaat, telaga itu pun akan
meluapkan air yang sudah tidak mampu ditampungnya. Demikianlah perumpaannya.
Allah menurunkan bencana, cobaan untuk hamba-Nya pasti memiliki
tujuan tertentu yaitu agar kita mau berkeluh kasah kepada-Nya, lebih
mendekatkat diri kepada-Nya dengan pada saat berdo’a dan brtadharu’ untuk
mendapatkan ketenagan jiwa pada saat mendekat kepada Allah dan agar kita
menyadari bahwasannya kita sebagai manusia merupakan makhluk lemah yang selalu
membutuhkan tempat untuk mengadu. Bukankah Allah telh berfiman didalam
Al-Qur’an:
ولقد أخذناهم بالعذاب فما استكانو
لربهم وما يتضرّعون
“Dan sesungguhnya kami pernah menimpakan
azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Rabb mereka dan (juga)
tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan dir.”(Al-Mu’minun:76)
Allah tidak pernah menuntut kita untuk
menjadi orang yang kuat dihadapan-Nya. Rabb kita tidak pernah menuntut kita
untuk menjadi hamba yang tegar disaat musibah datang. Rabb kita tidak pernah
menuntut kita untuk memendam segala kegelisahan dan kebingungan dalam hati.
Jusru Allah menyeru kita agar meluapkan segala isi hati, kerendahan diri,
musibah, dan cobaan hidup di hadapan-Nya, sehingga kita benar-benar menjadi
makhluk yang lemah dihadapan-Nya.
Jadi, masihkah kita ingin berkeluh kesah
kepada selain Allah?
Apa yang akan kita dapatkan disaat kita
berkeluh kesah kepada selain Allah?
Wahai saudaraku sekalian... Betapa ruginya
jika kita berkeluh kesah tapi tak mendapatkan jalan untuk keluar dari apa yang
kita keluh kesahkan. Maka dari itu marilah kita dekatkan diri kita kepada
Allah, memohon pertolongan hanya kepada-Nya karena sesungguhnya Allah Maha
Mendengar, Maha Penyayang, Maha Mengetahui.
Emoticon