Self
Awarness (Kesadran Diri)
Sebesar
Keinsyafanmu, sebesar pula keuntunganmu. Kebaikan yang kita lakukan manfaatnya
akan kembali kepada kita sendiri, sebaliknya kejelekan hanya akan merugikan
diri sendiri. Sangatlah penting untuk mempunyai kesadaran diri sendiri, karena
ini merupakan langkah awal keberhasilan. Dengan self awarness kita akan
mengetahui potensi kelebihan dan kekurangan kita, mempunyai self motivasi, self
koreksi dan self support, mempunyai tujuan yang jelas dalam hidup, mampu
membangun hubungan baik dengan semua pihak, terutama hubungan dengan Arsy
Allah.
Allah
Berfirman:
إِنْ
أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik
bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi
dirimu sendiri. (Al-Isra’: 7).
Di dunia, sebanyak mungkin mengambil inisiatif untuk
kebaikan, terus menjadi terobosan, pekerjaan, bekerja keras, berfikir keras dan
berdo’a keras upaya kita maju dan berkembang. Semua menjadi amal shaleh dan
jariyah kita. Yang paling banyak mengambil inisiatif, dia yang akan banyak
beruntung, yang paling mau bekerja, dia yang akan memanen hasilnya, dan jika
berhasik maka kegembiraannya akan jauh lebih besar dibanding lainnya. Sesuai
firman Allah:
مَّنْ
عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَآءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ
بِظَلاَّمٍ لِّلْعَبِيْدِ
“Barang
siapa yang mengerjakan amal yang shaleh amaka (pahalanya) untuk dirinya sendiri
dan Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya
sendiri, dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.”
(Fusshilat: 46).
Semua orang
mempunyai rapotnya sendiri-sendiri dihadapan Allah, malaikat dan membacakannya
kepada orang lain. Kita boleh mengetahui raport orang lain, tetapi tidak etis
untuk membacakannya kepada orang lain.
Emoticon