aku tidak mengenali jalan yang kita lewati, karena jelas jalan ini bukan yang biasanya ke gramadia.
"Udah ikut aja nanti juga tau" jawab dia sambil tersenyum
deni mengayuh sepeda sampai terlihat otot pada lenganya, ketika kita melawati jalan yang menurun sepeda kita berlalu dengan cepat sehingga tanpa sadar aku memeluk tubuh deni dari belakang, dan tiba tiba dia mendadak ngerem sepedanya sampai aku terdorong kedepan.
"Ihhh, kamu sengaja ya" kataku sambil kesal pada deni
"hehe maafkan, habis jalanya licin sih "
"alah bilang aja sengaja, biar dapet kesempatan kan?"
"kesempatan apaan coba, ngaco aja ih "
"udah ga usah bahas lagi, awas aja kalo lagi lagi kaya gitu"
akhirnya kita turun dari sepeda dan deni menarik lenganku dibawanya berlari sampai aku melihat ada sungai didepan mata kita, suara burung dan beberapa serangga lainya ikut mengiring suasana pada sore itu, susana yang benar benar membuatku nyaman,
" rum, .."
karena aku merasa dipanggil aku menengok kearahnya, ntah apa yang dia lakukan, dia menaruh bunga rumput pada telingaku, dan aku tidak merasa terganggu dengan perlakuanya malah aku merasa senang dilakukan seperti itu,
"kamu cantik.."
katanya setelah meletakan bunga rumput itu padaku, aku merasa malu dipuji olehnya, rasa bahagia bisa bersama orang yang kita suka bukan? tapi ntah kenapa aku malah teringat peristiwa saat aku melihat dia bersama rena dikantin sekolah waktu itu,
"deni.."
"iya?.."
"apa aku boleh nanya?"
"nanya apaan..?"
"etooo... sebenernya kamu ada hubungan apa sama rena?"
"kenapa nanya gitu?"
"yah cuma pengen tau aja"
seketika itu dia terdiam, tidak langsung menjawab pertanyaanku, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu padaku aku mencoba untuk tidak menayakanya lagi.
"sebenarnya aku sama rena ..."
ketika aku mulai fokus untuk mendengarkan jawabanya, tapi dia malah diam kembali.. aku jadi nambah penasaran ada hubungan apa sebenarnya dia dengan rena.
Emoticon