Mengapa Do’a Kita Tidak Dikabulkan?

Suatu ketika Ibrahim bin Adham ditanya “Kita seringkali berdo’a namun mengapa jarang dikabulkan, padahal Allah Berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya untukmu” ?
Beliau menjawab, “Karena hati kalian telah mati!”
Beliau ditanya kembali: “Apa yang menyebabkan hati kita mati?”
Beliau menjawab, “Delapan perkara”
Mengapa Do’a Kita Tidak Dikabulkan?
1.     Kalian mengetahui hak-hak Allah, namun kalian enggan memenuhinya. Inilah yang sering kali terjadi, tanpa sadar kita selalu mengeluh dan memohon atas segala beban hidup dan ujian yang dirasakan. Kita juga sering berdo’a kepada Allah agar yang menjadi impian kita segera terwujud. Tetapi sadarkah kita?
2.     Kalian membaca Al-Qur’an namun kalian tidak menjalankan ajarannya. Jangan sampaibanyak membaca Al-Qur’an tapi tidak mau mengamalkannya, atau mau mengamalkannya tapi hanya yang sesuai dengan selaranya saja, sementara jika kandungan Al-Qur’an itu tidak sesuai dengan hatinya atau perintah yang memberatkannya, maka ia meninggalkannya.
3.     Kalian mengatakan, “Kami cinta Rasulullah”, namun kalian tidak menjalankan Sunnah-nya. Bangga mengaku umuat Rasulullah SAW, tapi sering kali dengan sadar atau tanpa sadar meninggalkan ajaran dan sunnah-sunnah Nabinya. Lihatlah hari ini sekitar kita, ketika ada sekelompok orang yang berusaha menghidupkan sunnah, maka tak sedikit orang menghujatnya.
4.     Kalian mengatakan, “Kami takut kematian”, namun kalian tidak pernah bersiap-siap mengahadapinya. Salah satu orang yang cerdas adalah senantiasa mengingat kematian, sehingga ia sibuk mempersiapkan bekal diri sebaik dan sebanyak mungkin untuk menuju hidup hakiki.
5.     Allah SWT Berfirman, “Sesungguhnya setan adalah musuhmu, maka jadikanlah ia sebagai musuhmu”, namun kalian sepakat bermaksiat dengannya. Banyak orang mengakui iblis adalah musuhnya, tapi ucapan lisan tidaklah sejiwa dengan hati dan pengalamannya. Hari ini memang tidak ada orang yang mau disebut sebagi iblis, tapi kenyataannya betapa banyak orang yang perilakunya seperti iblis.
6.     Kalian mengatakan, “Kami takit neraka”, namun kalian melemparkan diri ke dalamnya. Ada orang yang sepertinya mengamalkan amalan surga, tapi sebenarnyadia telah mengamalkan amalan neraka, sebaliknya ada orang yang terlihat seolah mengamalkan amalan neraka, tapi hakikatnya dia telah melakukan amalan menuju surga.
7.     Kalian mengatakan, “kami menginginka surga”, namun kalian enggan beramal untak meraihnya. Semua umat islam pasti masuk surga, kecuali yang enggan. Seprti sbda Rasulullah SAW: Setiap umatkuakan masuk surga kecuali orang-orang yang enggan memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut ya Rasulullah? Beliau bersabda ”Barang siapa menaatiku akan masuk surga.”
8.     Apabila kalian bangun dari kasur, kalian lemparkan aib dan cela kalian dibelakang punggung, serta menjadikan aib orang lain sebagi kasur bagi diri kalian (tidak sadar dengan aib sendiri dan mencari-cari aib orang lain).
Inilah watak asli kebanyakan manusia, mereka lebih suka mencari dan mengumbar aib orang lain dari pada sibuk mengurusi aib dan dosa dirinya sendiri. Mereka lebih jeli memandang kesalahan orang lain, tapi sulit sekali memandang kesalahan pada dirinya.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari hadits distas. Wallahu a’alam.