Di sebuah perkebunan wortel,
hiduplah seekor kucing yang sedang mencari tikus yang berkeliaran untuk
dimangsa. Kucing ini dilatih untuk menjaga perkebunan dan menangkap hewan-hewan
yang merusak perkebunan wortel. Daun-daun tanaman wortel ini sering dimakan
oleh tikus sehingga tanaman wortel tidak tumbuh dengan baik dan menghasilkan
panen wortel yang sangat kurang.
Pada suatu pagi, kucing itu
terbangun dari tidurnya dan berjalan mengelilingi perkebunan wortel itu sambil
mengendus-endus karena dia mencium bau hewan lain dengan hidungnya. Penciuman
hidung kucing sangatlah tajam, bahkan ia dapat mencium bau tikus dari jarak
yang sangat jauh. Ketita ia sedang berjalan, kucing itu mencium bau tikus dan
ia pun mengikuti arah bau tersebut, sampai akhirnya ia melihat seekor tikus
yang sedang memakan wortel.
Kucing pun berjalan dengan sangat
pelan sambil bergumam “Hmmm..... akhirnya akan ku tangkap juga kau tikus
pencuri wortel”. Dan ketika kucing semakin dekat dengan tikus, ia sudah
siap-siap untuk berlari dengan sangat kencang untuk mengejar dan memangsanya.
Dan, pada saat itu juga tikus pun menyadari keberadaan kucing yang hendak
mengejarnya, hingga akhirnya mereka pun jadi saling kejar-mengejar. Kucing yang
memiliki kemampuan lari kencang terus mengejar tikus, tetapi ternyata tikus tak
mau kalah, ia pun berlari lebih cepat dan gesit dengan menyelinap ke dalam
semak-semak perkebunan. Meskipun demikian, kucing tetap tidak putus asa dan
tetap berlari untuk mencari dan mengejar tikus.
Tanpa mereka sadari, ada seekor
burung elang yang sedang bertengger di sebuah pohon sambil melihat kelakuan
kucing dan tikus tersebut. Kemudian, burung elang pun bertanya pada kucing
dengan nada mengejek “Ternyata tikus itu lebih kencang ya berlarinya dibanding
dengan mu, wahai kucing”, kemudian kucing yang mendengar hal itu langsung
menjawab perkataan burung elang, “Apa? Apa kau tidak melihat perbandingan yang
begitu mencolok antara aku dengan tikus tersebut?”, sang Elang berkata “Aku
tidak melihat sedikitpun perbedaan dari kalian. Memang perbedaan apa yang kau
maksud?”, sang kucing pun menjawab, “Aku berlari untuk menangkap makanan sedangkan
dia berlari untuk mempertahankan hidupnya. Sebuah keinginan akan menentukan
berhasilnya suatu usaha. Kau lihat saja nanti, siapa yang akan menang pada
akhirnya”,
Sampai akhirnya kucing dan tikus itu
masih terus kejar-mengejar tanpa henti, karena keinginan yang kuat yang mereka
masing-masing. Usaha yang mereka lakukan dengan penuh semangat dan percaya
diri, pada akhirnya akan mewujudkan keinginannya masing-masing. Oleh karena
itu, jika kita memiliki keinginan apa pun jangan pernah ragu untuk terus berusaha
demi terwujudnya keinginan tersebut.
Pesan moral “ Kucing dan Tikus sama-sama memiliki keinginan yang
sangat kuat untuk di wujudkan, maka cepat atau lambat keinginan tersebut akan
terwujud jika kita terus berusaha”
Emoticon