DONGENG FABEL SI KUCING PENJAGA KEBUN DAN TIKUS YANG GESIT

Di sebuah perkebunan wortel, hiduplah seekor kucing yang sedang mencari tikus yang berkeliaran untuk dimangsa. Kucing ini dilatih untuk menjaga perkebunan dan menangkap hewan-hewan yang merusak perkebunan wortel. Daun-daun tanaman wortel ini sering dimakan oleh tikus sehingga tanaman wortel tidak tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen wortel yang sangat kurang.
DONGENG FABEL SI KUCING PENJAGA KEBUN DAN TIKUS YANG GESIT

Pada suatu pagi, kucing itu terbangun dari tidurnya dan berjalan mengelilingi perkebunan wortel itu sambil mengendus-endus karena dia mencium bau hewan lain dengan hidungnya. Penciuman hidung kucing sangatlah tajam, bahkan ia dapat mencium bau tikus dari jarak yang sangat jauh. Ketita ia sedang berjalan, kucing itu mencium bau tikus dan ia pun mengikuti arah bau tersebut, sampai akhirnya ia melihat seekor tikus yang sedang memakan wortel.
Kucing pun berjalan dengan sangat pelan sambil bergumam “Hmmm..... akhirnya akan ku tangkap juga kau tikus pencuri wortel”. Dan ketika kucing semakin dekat dengan tikus, ia sudah siap-siap untuk berlari dengan sangat kencang untuk mengejar dan memangsanya. Dan, pada saat itu juga tikus pun menyadari keberadaan kucing yang hendak mengejarnya, hingga akhirnya mereka pun jadi saling kejar-mengejar. Kucing yang memiliki kemampuan lari kencang terus mengejar tikus, tetapi ternyata tikus tak mau kalah, ia pun berlari lebih cepat dan gesit dengan menyelinap ke dalam semak-semak perkebunan. Meskipun demikian, kucing tetap tidak putus asa dan tetap berlari untuk mencari dan mengejar tikus.
Tanpa mereka sadari, ada seekor burung elang yang sedang bertengger di sebuah pohon sambil melihat kelakuan kucing dan tikus tersebut. Kemudian, burung elang pun bertanya pada kucing dengan nada mengejek “Ternyata tikus itu lebih kencang ya berlarinya dibanding dengan mu, wahai kucing”, kemudian kucing yang mendengar hal itu langsung menjawab perkataan burung elang, “Apa? Apa kau tidak melihat perbandingan yang begitu mencolok antara aku dengan tikus tersebut?”, sang Elang berkata “Aku tidak melihat sedikitpun perbedaan dari kalian. Memang perbedaan apa yang kau maksud?”, sang kucing pun menjawab, “Aku berlari untuk menangkap makanan sedangkan dia berlari untuk mempertahankan hidupnya. Sebuah keinginan akan menentukan berhasilnya suatu usaha. Kau lihat saja nanti, siapa yang akan menang pada akhirnya”,
Sampai akhirnya kucing dan tikus itu masih terus kejar-mengejar tanpa henti, karena keinginan yang kuat yang mereka masing-masing. Usaha yang mereka lakukan dengan penuh semangat dan percaya diri, pada akhirnya akan mewujudkan keinginannya masing-masing. Oleh karena itu, jika kita memiliki keinginan apa pun jangan pernah ragu untuk terus berusaha demi terwujudnya keinginan tersebut.


Pesan moral “ Kucing dan Tikus sama-sama memiliki keinginan yang sangat kuat untuk di wujudkan, maka cepat atau lambat keinginan tersebut akan terwujud jika kita terus berusaha”