Semuanya pun berubah menjadi 180 derajat. yang dulunya aku kaya gitu dan sekarang menjadi kaya gini..
Aku tak pernah menyadari bahwa semua ini menimpa aku dan keluarga ku.. Keluarga yang dulu selalu membagi tawa,
Yaa.. Aku masih ingat, bahkn sangat ingat akan kejadian itu . Kejadian dimana air mata ini tidak tau mengapa mengalir begitu deras. Seperti derasnya ombak yang mungkin akupun tidak bisa untuk membendungnya. Bahkan mungkin beribu kadang pun akan hancur karna terpaannya..
DI PONDOK PESANTREN (29 Desember 2016)
Pondok adalah tempat selama ini aku tinggal. Karna kata ibu dan ayah dunia luar pesantren itu sudah membabi butakan segala hal. Apalagi aku adalah anak perempuan, jadi mereka berdua sepakat untuk memasukan aku ke dalam pesantren, dari Nya aku mengerti segala sesuatu yang belum aku ketahui, dari Nya aku tau bagaimana bersosialisasi dengan sesama santri, mengerti apa arti kebersamaan yang sesungguhnya , mengerti apa itu menghargai dan di hargai. Bahkan walau di ungkapkan satu persatu pun tak bisa untuk saya tuturkan perinciannya. Bahkan aku masuk pesantren itu masih seperti bayi kecil yang tak bisa bagaimana cara untuk berjalan, iyaa. Maksud aku berjalan di sini adalah berjalan lurus untuk menggapai ridho-nya.
Saat mentari mulai menampakkan wujudnya. Saat rembulan kembali ke pada porosnya, saat sinar Fajar shodiq menyinari bumi dan membelah hamparan bumi. Aku terbangun, dari lelapnya tidur .dan buaian lembut kasur dan bantal, juga dari nikmatnya dunia karna mungkin kemarin aku sangat kelelahan. Karna pada hakikatnya ketika kita kelelahan kmudiam beristirahat. Itu adalah salah satu nikmat yang kita sendiri tdak menyadari kenikmatan nya.karna mungkin kita terlalu terlena dengan kejamnya dunia. Dan lelahnya mengejar dunia.
Kumandang adzan subuh pun terdengar di segala penjuru.
Aku bangun dan langsung melangkahkan kaki ini untuk wudhu. Dan langsung ku menuju masjid. Hati ini resah, hati ini gundah, entah mengapa?????
Fikiran dan hati ku selalu tertuju pada keluargaku yang d rumah.
Apakah mereka baik baik saja?
Dan begitu aku memasuki masjid aku langsung sholat jama'ah bersama kawan kawan seperjuanganku. Aku sujudkan dahiku dengan segala rasa, aku khusukan sholat ku kepada-Nya, ku resapi segala baca bacaan yang terdapat pada sholat. Ku resapi maknanya sampai aku terlena denganNya.
Kemudian aku ramaikan kembali Fajar dengan ayat suci Alquran, begitu Indah kalam kalam-Nya, begitu Agung kalam kalam-Nya, bahkan penyair di seluruh penjuru dunia pun tak bisa menandingi kalam kalam-Nya, karna Dia adalah zat yang menciptakan seluruh syair dan kalam d jagat Raya ini, apa daya mereka (penyair) yang syairnya pun mereka karang karena kehendak-nya.
Tak sampai 1 jam aku membaca kalam kalam Allah.. Dengan ketenanganku dalam membaca alquran aku sampai terlena bahwa pagi sudah datang . Datang dengan membawa sejuta tawa para santri, dan kesemangatan para santri untuk memulai hari mereka, semua santri bersiap untuk esxrakulikuler yaitu pencak silat, iya memang d sini semua santri wati wajib untuk mengikutinya. Karna santri disini harus bisa menjaga dirinya dari segala mara bahaya yang akan menimpa mereka...,
"Putri,.. Putri.. " Siska memanggil ku dari arah pintu masjid. Aku di kagetkan dengan suara Siska. masya Allah.. Aku lupa waktu, aku terlena karna ketenangan dan keindahan kalam-Mu
"Iya sis" jawabku
"Ayoo. Put Buru kita harus segera sampai lapangan sebelum al ustad fawaz datang. Nanti kita bisa kena hukuman beliau kalau kita telat nanti. Ya ustad fawaz adalah guru silat ku dipondok, memang beliau adalah salah satu ustad yang sangat keras dan tegas. Iya aku tau beliau begitu semata mata hanya ingin semua murid muridnya berdisiplin.
"Iya put aku lupa waktu maaf" timpalku. Begitu aku berdiri tak tau mengapa kepala ini begitu sangat berat. Sampai sampai.semua pandangan ku buram. Dan langsung gelap.
Brakkk...... Setelah itu aku tak lagi mengingatnya.
Pagi hari itu yang biasanya aku awali hari dengan berjuta kesemangatan, berjuta tawa, dan kebahagian bersama kawan kawan satu asrama. Tpi sekarang aku harus terbaring di ruang UKS.
Aku membuka kedua bola mataku dan aku dapati diriku berada d ruangan yang d cat putih.
Oh tidak ini bukan kamar ku. Iya ini bukan asrama ku .aku langsung melihat d samping ku terdapat sahabatku Siska. Iya dia memang sahabat ku yang aku percaya. Aku dan dia bagaikan pena dan kertas. Iya kertas tidak akan terlihat manfaatnya kalau tidak ada pena. Begitupun sebaliknya. Kami saling melengkapi satu sama lain. Dia adalah sahabatku dari pertama kita masuk pesantren.
"Alhamdulillah put kamu sudah siuman", Siska mengucap syukur karna aku sudah siuman. "Ada apa dengan aku sis" "udah lah kamu jgan banyak bicara dulu". Kamu harus banyak istirahat kata al ustad ubay. Iya ustad ubay adalah salah satu ustadku d sini. Beliau lulusan fakultas kedokteran. Jadi tidak jarang kalo ada santri yang sakit langsung memanggil beliau..
Tepat pukul 9 WIB aku d kejutkan dengan suara adik kelas ku..
"Uhty uhty.. Ini ada telvon dari ibu uhty"
Iyaa.. Aku memang biasa memanggil sesama teman di sini dengan sebutan ukhty, uhkty itu d ambil dari bahasa arab yang artinya saudarik
Kmudian .. Aku langsung jawab televon dari ibuku.
"Hallo assalamualaikum bu" ucapku
"Iya waalaikum salam nak" jawab ibu
"Ada apa bu. Ibu nelfon Putri sepagi ini? "
Aku sangat heran kenapa ibuku menelpon sepagi ini karna biasanya kalau ibu menelpon habis ashar. Atau sore.
" gini nak. Kamu sekarang siap siap ya nak. Ntr om jauhar mau menjemput kmu."
"Emngnya ada apa bu, ko aku disuruh pulang??? Kenpa?? " jawabku dengan segalah tanda tanya yang banyak d fikiranku. "Udah ya sayang ibu gx bisa lama lama ni bicara sama kmu, udh entr kamu tau sendiri ada apa?? "
"Iya udah iya bu, tapi ijinkan Putri bicara sama ayah bu. Bagaimana kabar ayah bu? "
"Ayah masih tidur sayang,iya keadaan ayah baik sayang. ntr ajha klo kamu udah smpai rumah kamu bisa bicara sama ayah"
"Tpi ayah baik baik saja kan bu, ayah sehat, ko ayah masih tidur jam segini, ini ada apa bu"
Fikiran dan perasaan ku tak menentu, aku selalu memikirkan ayah, Ya Allah ada apa ini?? Apa yang sebenarnya terjadi???
"Iya sayang. Ayah sakit. Ayah cuman masuk angin biasa, ayah tidak apa ko sayang udah ya ibu tutup telfonnya"
"Ibu jawab dulu. Ayah kenapa?? "
"Ayah tidak apa apa, ya udah ya ibu tunggu kamu d rumh, wassalamu'alaikum "
"Baiklah bu iya. Waalaikumsalam "
Tot... Tot...... Tot.....
Emoticon