"kringgggggg...."
aku mendengar suara bel masuk dan meninggalkan kantin dengan hati-hati supaya deni tidak melihatku, ntah apa yang aku rasakan saat itu, yang jelas aku berjalan sambil mengusap air mata yang tanpa aku sadari keluar dengan sendirinya.
"apa mungkin Erna perempuan yang dia maksud malam itu?, apa mereka juga sudah jadian?"
pertanyaan itu yang keluar dari kepalaku, aku terus ingin tau sambil menahan supaya air mataku tidak keluar lagi, karena aku sudah berada didalam kelas dan langsung duduk dikursi sambil menutupi wajahku dengan menundukan kebawah, sehingga tidak ada yang curiga jika aku lagi menangis"
"Hei Rum.." suara mengagetkan itu mengenai gendang telingaku,
"Kamu kenapa? Nangis ya? HAHAHA.... " secara spontan teman - teman yang lain pandangnya mengarah kepadaku,
"Apaan sih Han, siapa juga yang nangis, tadi aku pas ke kelas kena debu makanya keluar air matanya, enak aja nangis" jawabku menjelaskan
"HAHA... kamu ada - ada aja bohongnya, kalo nangis ya nangis aja ga usah alasan kelilipan debu, sok sokan kaya di film - film"
entah apa yang ada dipikiranya setelah meledeku. lalu dia langsung duduk dikursi sebelahku,
"Jadi kenapa nangis? ga mau cerita?" tanyanya pelan. aku bingung mau menjawab apa, karena gak mungkin aku bilang kalau aku nangis karena melihat Deni berduaan di kantin sama Rena.
" kalo ga mau jawab ya sudah, dasar cengeng wleeeeeek " timpalnya sambil beranjak ketempat duduknya,
bukanya aku kesel diledek seperti itu tapi aku malah sedikit terhibur karena tingkahnya. dasar Erwin
ternyata ada ya orang seperti dia, biasanya kalo di film - film kan saat perempuan nangis ada aja cowok nya yang sok perhatian menanyakan dan memberi saran.
tapi Erwin beda, dia kan bukan yang ada di film, jadi wajar saja seperti itu.
tidak lama kemudian guru datang, dan susana dikelas berubah drastis, karena yang masuk adalah guru Agama,
Aku juga tidak tau Kenapa dari Sd sampai sekarang SMA guru Agama yang selalu GALAK !
kelas menjadi hening, semua yang ada didalamnya langsung menundukan kepala, untuk menghindari bertatapan langsung dengan guru itu.
Saat Pelajaran di sekolah sudah selesai, aku dan yang lainya beranjak pulang kerumah, ketika sampai didepan gerbang sekolah tiba - tiba mendengar suara laki - laki memanggilku
" Hei Rum tunggu aku.."
Lanjutkan Membaca
Emoticon